Skip to Content

Menteri Keuangan : "Pelayanan Bea dan Cukai lebih baik tapi belum sempurna"

Jakarta - Pelayanan aparat bea dan cukai kini sudah membaik meski belum sempurna. Buktinya, dalam pertemuan di Istana Presiden beberapa hari lalu, tak ada pengusaha yang mengeluhkan kinerja bea cukai.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani; saat pelantikan Pejabat Esselon II Ditjen Bea dan Cukai di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (27/3/2009).

Sri Mulyani mengatakan reputasi Ditjen Bea dan Cukai dalam beberapa tahun terakhir telah membaik. "Reputasi membaik tapi belum sempurna," tandasnya.

"Dalam pertemuan pengusaha-pengusaha di Istana Presiden beberapa hari yang lalu, dari 2 jam keluhan-keluhan yang disampaikan, tidak satu pun menyebutkan Bea dan Cukai, ini merupakan prestasi dan reputasi yang harus terus dijaga," tambahnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani meminta agar aparat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dapat membantu mengelola perekonomian di tengah kondisi yang tidak biasa di 2009 ini.

"Kondisi ekonomi di 2009 tidak biasa karena disebabkan oleh dua hal, pertama krisis ekonomi global yang terjadi dan juga karena adanya Pemilu yang menimbulkan dampak pada beban kerja," tuturnya
 
Pelantikan Pimpinan KPU Bea Cukai Batam

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam punya pimpinan baru. Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik Marisi Zainudin Sihotang sebagai Kepala Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam Tipe B Batam.

"Kawasan BBK (Batam Bintan Karimun) merupakan lokasi yang penting, baik dari sisi strategis ekonomi dan juga interaksi sosial politik dengan dunia internasional, jadi harus dijaga dengan baik," ujar Sri Mulyani.

Ia mengatakan, kawasan BBK mempunyai aturan perundang-undangan yang khusus, karena pemerintah telah menunjuk kawasan ini sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK).

"Tingkat kesulitan pengawasan di BBK ini cukup terkenal, karena itu pengawasannya harus ditingkatkan," ujarnya.
 
Dalam arahannya kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Sri Mulyani mengatakan di tengah kondisi krisis ekonomi Ditjen Bea dan Cukai harus meningkatkan pengawasannya.
 
"Kondisi ekonomi di 2009 tidak biasa karena disebabkan oleh dua hal, pertama krisis ekonomi global yang terjadi dan juga karena adanya Pemilu yang menimbulkan dampak pada beban kerja," pungkasnya.

Your rating: None Average: 3 (1 vote)
Share this

Comments

Kirim komentar / tanggapan

Email anda hanya untuk data internal kami dan tidak dipublikasikan secara umum.
CAPTCHA
Pertanyaan berikut ini hanya untuk menghindari pengiriman spam secara otomatis.


Use OpenDNS