BINTAL GABUNGAN BC PERAK : "PALU DUKAMU SEMOGA SEGERA BERLALU"

Tanjung Perak, Surabaya – Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Indonesia saat ini telah berduka. Bumi mengguncang tanah Palu pada Jumat, 28 September 2018 dengan kekuatan 7,7 Skala Richter. Turut pula Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Pantoloan yang menjadi korban bencana dahsyat tersebut.Tak sampai hati melihat duka Saudaranya, para pegawai Bea dan Cukai dari berbagai daerah terjun langsung sebagai relawan untuk membantu mereka di wilayah PSO Bea Cukai Pantoloan. Salah satunya, pegawai Bea Cukai Tanjung Perak, Sulaiman yang tak tega melihat para pegawai di lingkungan Pantoloan. Beliau berangkat dengan tim relawan Bea dan Cukai dari seluruh Indonesia.

Pada Selasa, 23 Oktober 2018 beliau menceritakan seluruh perjalanan tim relawan dari tahap persiapan bantuan sampai dengan proses revitalisasi gedung. Beliau menceritakan bagaimana keadaan rekan-rekan kita disana, yang sangat mengenaskan. Kehilangan anggota keluarga, kehilangan harta benda, dan yang utama, kehilangan semangat dalam hidup. “Sejujurnya, proses revitalisasi yang paling susah bukanlah terkait kondisi rumah, gedung maupun kantor, melainkan revitalisasi mental para korban yang masih mengalami trauma mendalam” ujar beliau. Meskipun tidak bisa membantu dengan peralatan yang memadai, namun kehadiran mereka ternyata bisa menumbuhkan semangat untuk bangkit kembali bagi para pegawai pantoloan.

“Semua amalan itu tergantung niat, bisa saja saya yang nguli jauh-jauh kesana hanya mendapat sedikit pahala. Sedangkan rekan-rekan yang duduk diam disini malah meraih pahala yang lebih besar karena niat rekan-rekan yang ikhlas karena Allah” tutur pria yang menjabat sebagai Kasi Manifes itu. Di akhir sesi, beliau menceritakan salah satu kisah korban yang membuat derai mata tak kunjung henti. Saat gempa terjadi, korban dan ayahnya sedang berada di rumah, namun sang ayah sesaat setelah gempa telah tertimbun dalam puing-puing bangunan yang tak dapat diangkat dengan tenaga manusia. Sang anak hanya bisa menangis kala itu, sang anak ingin menyelamatkan sang ayah tapi tak tahu harus berbuat apa. Sedang suara di sekitarnya semakin ramai meneriakkan “tsunami...tsunami...” . Air matanya berderai, badannya lemah tak berdaya. Namun sang ayah berkata “sudah tinggalkan ayah, selamatkan dirimu...”Lantas ia tinggalkan sang ayah dengan perasaan yang tak tahu seperti apa.Ah, kisah luar biasa menggambarkan hari akhir nanti, kita hanya bisa menyelamatkan diri sendiri. Ayah, ibu, istri, anak dan kerabat lain tidak akan kita pedulikan nantinya, ketika kita sama sama berkumpul di hari penghakiman

 

#bcperakberaksi #beacukaimakinbaik

(PLI Kantor Bea Cukai Tanjung Perak)

Dokumentasi Kegiatan :