LHP Mobile Percepat Proses Customs clearance

Selama ini Pemeriksa Barang setelah melakukan pemeriksaan  fisik atas barang impor diwajibkan untuk membuat laporan hasil pemeriksaan di sistem CEISA SKP Impor. Pembuatan laporan di sistem SKP Impor ini membutuhkan waktu sekitar dua jam. Namun dengan adanya aplikasi Laporan Hasil Pemeriksaan Mobile (LHP Mobile) mampu memangkas waktu yang biasanya sekitar dua jam dapat dilakukan hanya dengan setengah jam saja. Hal ini mengakibatkan waktu proses customs clearance menjadi lebih pendek. Sehingga tentu saja angka dwelling time juga akan menurun.

Media perekaman LHP Mobile tidak menggunakan perangkat komputer melainkan cukup dengan perangkat seluler android saja. Hal ini memberikan dampak positif berupa:

  1. Pemeriksa Barang tidak harus kembali keruangan untuk melakukan perekaman karena sudah langsung dapat dilakukan perekaman bersamaan dengan proses pemeriksaan. 
  2. Pemeriksa Barang tidak lagi membuat uraian LHP secara tertulis pada komputer melainkan hanya mengisi keterangan-keterangan yang bentuknya sudah disediakan dalam aplikasi LHP Mobile.
  3. Pemeriksa Barang dengan mudah mengupload gambar layaknya mengirim gambar dalam sebuah aplikasi chat.
  4. Hasil dari perekaman LHP Mobile lebih singkat, jelas, dan padat sehingga memudahkan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) dalam memberikan keputusan.

Dari dampak-dampak  positif di atas menunjukkan bahwa proses perekaman menggunakan LHP Mobile lebih menghemat waktu dan menghasilkan output yang optimal.

Proses Customs clearance

Setelah importir melakukan pembayaran atas dokumen impornya maka dokumen tersebut akan masuk dalam tahapan penjaluran secara sistem. Penjaluran ini terdiri dari jalur prioritas, jalur hijau, jalur kuning, dan jalur merah. Jika selain jalur merah dan bukan merupakan hasil dari analisis intelijen maka tidak memerlukan proses pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik atas barang impor diawali dengan mengecek kebenaran kontainer yaitu mencocokkan nomor container beserta segelnya dengan dokumen impor. Setelah itu container dibuka dan dilakukan pembongkaran oleh tenaga kerja bongkar muat (TKBM).  Pada saat TKBM melakukan pembongkaran, Pemeriksa Barang dapat melakukan tahap awal perekaman pada LHP Mobile yaitu dengan mengisi keterangan umum atas importasi yang telah tersedia didalam aplikasi. Proses perekamannya hampir sama seperti mengisi keterangan saat melakukan pendaftran pada media social. Setelah selesai proses bongkar Pemeriksa Barang dapat melakukan pemeriksaan yaitu dengan menghitung jumlah barang serta mengecek jenis barang apakah sesuai packing list atau tidak.  Hasil pemeriksaan beserta gambar dapat langsung direkam dan diunggah pada aplikasi LHP Mobile. Tentunya dari proses customs clearance khususnya pada proses pemeriksaan fisik barang impor membutuhkan waktu total yang cukup lama sekitar 2 sampai dengan 6 jam per pemeriksaan. Waktu tersebut dipengaruhi faktor kesiapan container yang akan diperiksa, kecepatan TKBM pada proses bongkar barang, jumlah barang yang diperiksa, dan keterampilan dan keahlian dari setiap Pemeriksa Barang.

Penerapan LHP Mobile

Penggunaan aplikasi LHP Mobile diberlakukan sejak tahun 2017 namun hanya pada Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tanjung Priok. Dinilai aplikasi ini memberikan dampak positif  per tanggal 21 juni 2018 melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: KEP-136/BC/2018, aplikasi ini mulai diberlakukan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjung Perak, Tanjung Emas, Belawan, dan Makassar. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat layanan dalam penuangan LHP ke dalam sistem Komputer Pelayanan (SKP). Selain itu kebijakan tersebut juga dapat memberikan alternatif kepada Pemeriksa Barang untuk digunakan dalam melaksanakan tugasnya. Penggunaan aplikasi LHP Mobile ini tidak bersifat wajib melainkan hanya sebuah pilihan. Pemeriksa Barang kini mempunyai dua pilihan cara dalam melaporkan hasil pemeriksaannya. Tentu saja Pemeriksa Barang dalam hal ini menjadi peran penting dalam menyukseskan penggunaan aplikasi LHP Mobile.

Melalui kebijakan penggunaan LHP Mobile diharapkan proses customs clearance dapat dioptimalkan dalam segi waktu pelayanan. Pemeriksa Barang seharusnya lebih memilih perekaman LHP melalui aplikasi LHP Mobile daripada menggunakan komputer melalui SKP Impor. Dengan memilih perekaman menggunakan aplikasi LHP Mobile dapat keuntungan waktu sekitar satu jam setengah lebih cepat.

Kendala-Kendala

Tentu saja setiap hal baru pasti membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Apalagi hal baru tersebut berhubungan dengan sistem atau aplikasi kadang kala tidak muncul secara sempurna. Mungkin saja saat Pemeriksa Barang menerapkan perekaman melalui aplikasi LHP Mobile terjadi kesalahan baik secara sistem atau human eror.

Adapun kendala yang timbul dikarenakan dari aplikasi meliputi:

  1. Instruksi pemeriksaan tidak muncul pada daftar kerja baru pada aplikasi LHP Mobile sehingga tidak dapat dilakukan perekaman melalui aplikasi LHP Mobile.
  2. Kadang kala pada saat mengunggah gambar pada aplikasi tidak berhasil disimpan.
  3. Jika gambar yang diunggah terlalu banyak dikarenakan jenis barang yang diperiksa juga terlalu bervariasi pada saat mengirim data tidak berhasil terkirim.
  4. Terjadi ketidaksesuaian laporan yang dikirim setelah sampai di PFPD gambar yang dikirim tidak dapat dilihat.

Adapun kendala yang timbul dikarenakan dari pengguna aplikasi:

  1. Kurang mengisi keterangan dalam kolom yang seharusnya diisi oleh Pemeriksa Barang.
  2. Pemeriksa barang tidak terbiasa menggunakan aplikasi LHP Mobile dan lebih memilih merekam LHP melalui SKP Impor.

 Jika kendala terjadi pada aplikasi dapat ditampung dan dilaporkan kepada pencipta aplikasi tersebut agar dilakukan perbaikan.  Begitu pula jika kendala akibat dari pengguna aplkasi dapat dijadikan sebagai pembelajaran diri maupun pengalaman supaya kedepannya tidak melakukan kesalahan yang sama lagi serta menjadikan perekaman melalui aplikasi LHP Mobile sebagai tantangan baru bukan masalah baru. Memang  butuh waktu  baik untuk pengguna aplikasi maupun pada aplikasi itu sendiri untuk berjalan dan berkembang menuju kesempurnaan. Tanpa kemauan dan perhatian lebih dari Pemeriksa Barang kepada aplikasi LHP Mobile maka proses penyempurnaan dalam penggunaan aplikasi LHP Mobile tidak akan berjalan lancar. Bagi Pemeriksa Barang sebagai pengguna diharapkan lebih sabar dan selalu semangat untuk menerapkan perekaman melalui aplikasi LHP Mobile demi kelancaran dan percepatan pelayanan kepada publik serta menjadikan Bea Cukai Makin Baik.

 

#beacukaimakinbaik #beacukaiindonesia #bcperak

Penulis : Sugiarto