BC Perak Lawan Pandemi COVID-19, Optimalkan Fungsi Trade Facilitator dan Community Protector

Tidak dapat dipungkiri, adanya pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) di Indonesia mengakibatkan berbagai hambatan dalam proses impor maupun ekspor. Mulai dari terganggunya rantai pasokan barang baik dari luar maupun dalam negeri hingga makin langkanya ketersediaan barang. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berusaha agar stabilitas barang dalam negeri yang terkait dengan penanganan pandemi COVID-19 tetap terjaga. Melalui pemberian insentif dan relaksasi pelayanan, Bea dan Cukai memastikan di tengah kondisi sekarang ini kegiatan impor dan ekspor tetap berjalan lancar dengan tetap memperhatikan kebutuhan dalam negeri.

Dukungan terhadap upaya penanganan COVID-19 dilakukan oleh Bea dan Cukai dengan memberikan fasilitas dan kemudahan melalui pembebasan bea masuk atas impor barang oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang ditujukan untuk kepentingan umum dan atas impor barang kiriman, hadiah/hibah untuk keperluan ibadah untuk umum, amal, sosial, dan kebudayaan. Sinergi antar instansi juga dilakukan oleh Bea dan Cukai dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lembaga Nasional Single Window (LNSW), Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam bentuk percepatan izin rekomendasi BNPB melalui sistem online INSW. Relaksasi dalam penyerahan Surat Keterangan Asal (SKA) sebagai akibat penerapan lockdown hampir di seluruh negara di dunia juga diberikan dari kewajiban penyerahan hardcopy menjadi penyerahan melalui media surat elektronik (email). Kemudian terhadap barang curah, Bea dan Cukai memberikan toleransi atas selisih berat dan/ atau volume barang asalkan tidak melebihi 0.50% dari total berat dan/ atau volume.

Disamping pemberian fasilitas dan kemudahan dibidang impor, guna menjaga ketersediaan pasokan alat dan bahan pelindung diri (masker, hand sanitizer, dan etil alkohol), Bea dan Cukai sebagai pintu masuk dan keluarnya barang mengemban amanah dari pemerintah untuk menjaga eksportasi barang-barang tersebut. Sejalan dengan itu, Bea dan Cukai Tanjung Perak telah melakukan pembatalan ekspor sebanyak kurang lebih 24 kontainer yang terdiri dari 1 karton masker, 4840 roll kain untuk pembuatan masker, 597 box dan 200 karton hand sanitizer, 19 bulk alkohol dengan kadar 96% dan 762 karton alkohol dengan kadar 70%.
Demi menjaga kelancaran proses impor dan ekspor, Bea dan Cukai Tanjung Perak juga memberikan relaksasi pelayanan impor dan ekspor kepada para pengguna jasa dalam hal penyerahan dokumen impor oleh importir jalur hijau, kuning, merah dan prioritas, khususnya yang menggunakan SKA dapat dilakukan melalui media surat elektronik (email). Ketentuan ini merupakan wujud penerapan physical distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Bea dan Cukai Tanjung Perak juga berperan dalam importasi alat dan bahan penanganan COVID-19. Terhitung sampai pekan pertama bulan April, telah dilakukan sebanyak 40 importasi alat dan bahan penanganan COVID-19 yang terdiri atas Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, sarung tangan dan termometer. Tidak hanya APD, pelayanan juga telah diberikan pada importasi penerima fasilitas pembebasan bea masuk berupa 250.000 liter disinfektan.

Pengawasan dan pelayanan impor dan ekspor yang dilakukan oleh Bea dan Cukai Tanjung Perak tak lain sebagai wujud dari fungsi Trade Facilitator dan Community Protector dalam rangka mendukung komitmen pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan COVID-19. Kerjasama dan sinergi juga terus diupayakan agar pandemi ini dapat segera berakhir. Oleh karena itu, Bea dan Cukai Tanjung Perak tetap bekerja melayani masyarakat dalam semangat pengawasan dan pelayanan.