KOMITMEN LINDUNGI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL, BC PERAK LAKUKAN PENINDAKAN BARANG IMPOR TIRUAN/ PEMALSUAN MEREK

#BCPerakBERAKSI

 

“Berani, jujuR, Amanah, tidaK korupSI”

 

Surabaya, (09/01/2020) – Semakin berkembangnya zaman dan semakin canggihnya teknologi rupanya tidak disikapi dengan baik oleh PT PAM. Dengan cepat Bea Cukai Tanjung Perak berhasil menggagalkan masuknya barang impor tiruan/ pemalsuan merek oleh PT PAM di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Penindakan secara sinergis dilakukan bersama dengan Kementerian Hukum dan HAM, Mahkamah Agung, Kepolisian Republik Indonesia, dan Kejaksaan Agung terhadap satu kontainer berisi 858.240 buah ballpoint merek Standard AE7 Alfa Tip 0.5 Made in Indonesia dengan perkiraan nilai barang berkisar Rp. 1.019.160.000.

 

Penindakan atas Hak Kekayaan Intelektual (HKI) secara ex-officio ini merupakan pertama kalinya sejak diberlakukannya Undang-Undang nomor 10 tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Penindakan ini sangat penting dilakukan untuk melindungi industri dalam negeri terutama pemegang merek maupun industri kreatif dalam negeri agar dapat tumbuh dan memiliki daya saing.

 

Sinergitas antar Kementerian/Lembaga dan aparat penegak hukum juga mutlak diperlukan untuk membuktikan keseriusan pemerintah dalam perlindungan HKI, termasuk peran serta aktif dan kesadaran masyarakat khususnya pemilik/pemegang merek/hak cipta untuk melakukan rekordasi merek/hak cipta ke Bea Cukai, sehingga tindakan secara ex-officio dapat segera dilakukan tanpa harus menyampaikan aduan. Semoga dengan adanya kegiatan ini menjadikan BC Perak semakin berkomitmen dalam melindungi Indonesia serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak cipta.