Penilaian Lomba Implementasi Pengarusutaman Gender (PUG) Bea Cukai Tanjung Perak

Tanjung Perak, Surabaya – Pagi itu, Kamis (14/09/2017) suasana Kantor Bea Cukai Tanjung Perak nampak berbeda. Terlihat bentangan karpet merah menutupi kilap lantai selasar tengah. Disiapkan kursi menghadap pintu masuk lobi utama, “ada apakah gerangan?” pertanyaan yang mungkin muncul di benak para pengguna jasa. Tak hanya itu, ada pula sekumpulan penari dengan dandanan dan pakaian yang berwarna warni. Ditambah kehadiran satu peleton tim PBB dari para pegawai menambah semarak selasar kantor.

Lepas pukul 08.00 WIB, mobil berdatangan. Memarkir kendaraan di depan selasar tengah. Ternyata penumpang yang menaiki mobil tersebut adalah Tim Penilai Lomba Pengarustamaan Gender (PUG) tingkat Kementerian Keuangan dan yang menjadi perhatian selama ini adalah Kantor Bea Cukai Tanjung Perak adalah salah satu peserta lomba implementasi PUG yang mewakili Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Mengiringi langkah kaki Tim Penilai yang menginjakkan kaki di selasar, panitia memberikan sambutan dengan menyuguhkan tari-tarian bernama Sparkling Surabaya. Demi menambahkan suasana kedisiplinan di lingkungan Kantor Bea Cukai, panitia juga menyuguhkan penampilan PBB dari para pegawai. Luar biasa menarik bukan ?

Tak berhenti sampai di situ, rangkaian acara penyambutan ini berlanjut dengan adanya Tour Plan mengelilingi kantor. Dimulai dari area ramah anak, memasuki ruang pelayanan I, lobi utama, kemudian ruang terbuka hijau berupa taman, berlanjut di ruang ramah anak dan laktasi, koperasi, monitoring and controlling room, serta berakhir di Auditorium.

Seakan ingin memberikan kejutan kepada Tim Penilai saat memasuki Auditorium, panita juga mempersiapkan pleton kolone senapan. Kolone ini tak hanya dimainkan oleh laki-laki lho, namun perempuan juga ikut andil, agar suguhan ini selaras dengan tema Implentasi PUG Kantor Bea Cukai Tanjung Perak, yaitu Kesetaraan Gender untuk Kesempurnaan Pengabdian.

Diawali dengan pemutaran video PUG, acara inti dari penilaian lomba ini telah dimulai. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJBC Jatim I, Muhamad Purwantoro pun juga turut menyampaikan sambutannya. “Sebelum bertugas disini, saya belum paham mengenai apa itu PUG dan bagaimana pengimplentasiannya. Namun ketika pak Ef (re:Efrizal) memberikan pemahaman dan pengertian mengenai PUG,  barulah saya paham maksudnya” tutur beliau. Beliau sangat terbantu dengan adanya PUG, karena ternyata banyak hal yang telah dilakukan di beberapa kantor pelayanan itu sebenarnya sudah menjalankan prinsip PUG, hanya saja banyak orang yang belum paham bahwa hal itu sebenarnya telah berjalan sesuai prinsip. Bukanlah hal yang mengherankan bila Kakanwil mendapat pemahaman begitu mudah dan cepatnya, karena penjelasan dari Efrizal, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak memang mudah dipahami ketika beliau menyampaikan presentasi saatn penilaian.

Tim Penilai Lomba Implementasi PUG ini diketuai oleh Suroso. Beliau menjabat sebagai Kabag Perencanaan, Biro Perencanaan dan Keuangan Setjen Kementerian Keuangan. Beliau didampingi oleh Yulfita Raharjo yang merupakan pakar gender yang pernah bergabung dengan Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG) dari tahun 2010 hingga 2017 sebagai Gender Adviser. Selain itu, Tim Penilai juga diperkuat oleh Yurni Satria yang merupakan pakar gender. Dalam proses penilaian, tim penilai bertanya mengenai banyak hal. Terutama apa-apa yang telah dilakukan Bea Cukai Tanjung Perak dalam pelaksanaannya mengimplementasikan PUG. Namun tim penilai tidak menyampaikan pertanyaan-pertanyaan tersebut layaknya seorang polisi menginterogasi tersangka. Akan tetapi mereka menyampaikan dengan gaya bahasa yang sangat mudah dipahami dan mudah untuk ditanggapi. “Saya lihat banyak sekali layanan yang sudah memudahkan para pengguna jasa untuk mengakses sendiri, mengecek proses dokumen sendiri dan apa-apa dilakukan oleh mereka sendiri. Saya melihatnya sebagai suatu hal yang sudah melebihi kemudahan pelayanan. Namun, apakah ada suatu bentuk pelayanan yang merupakan pelayanan dimana mereka dibimbing dan direspon langsung oleh pegawai?” tutur Yulfita. “Untuk pelayanan konsultasi tatap muka tetap kami sediakan, kami juga telah membuka grup whatsapp bagi pengguna jasa yang sangat memudahkan mereka untuk berdiskusi dan berkonsultasi dengan kami” jelas Kasubsi Layanan Informasi menjawab pertanyaan tersebut.

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang sangat mendasar yang diajukan oleh tim penilai, namun dapat dijawab dengan jelas oleh para peserta lomba yang hadir pada acara tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya pernyataan dari Suroso di akhir sesi diskusi bahwa beliau sangat mengapresiasi Kantor Bea Cukai Tanjung Perak yang telah dengan luar biasa dapat mengimplentasikan nilai-nilai PUG di dalam sisi pengawasan dan pelayanan. Tak hanya berhenti disitu, observer yang merupakan pendamping tim penilai yang juga tergabung dalam AIPEG, Ariane J. Utomo juga mengomentari dua hal tentang implementasi PUG di Kantor Bea Cukai Tanjung Perak. “Pertama saya sangat senang dengan adanya ruang ramah anak, yang biasanya dimanfaatkan oleh ibu-ibu. Padahal kita tahu di kantor ini lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Saya sangat terharu karena ternyata ruang ramah anak ini bisa dimanfaatkan oleh seorang ayah yang membawa putra putri ke tempat kerjanya, saya sangat terharu……” ujar Ariane berkaca-kaca. “Kedua, ternyata dengan adanya pengusulan jam piket 24/7 ini juga berimbas pada dwelling time yang fungsinya sangat penting di perekonomian makro” lanjutnya.

Yang paling penting, implementasi ini tidak hanya dirasakan oleh pengguna jasa yang menjadi stakeholder , tetapi juga oleh para pegawai internal yang ternyata turut merasakan implementasi dari nilai-nilai PUG ini. Dengan demikian, sebenarnya dapat dilihat bahwa gender dan jenis kelamin itu adalah hal yang sangat berbeda, karena konsep ini sering dipertukarkan selama kurang lebih 25 tahun ini dan sangat sulit untuk membedakannya. Namun, apabila kita pahami seksama, hampir di setiap lini pelayanan dan pengawasan sebenarnya telah menjalankannya, hanya saja tidak menyadari bahwa hal tersebut telah terlaksana.

(PLI KPPBC TMP Tanjung Perak)

Dokumentasi Kegiatan:

(Pengalungan bunga kepada tim penilai)

(tim penilai disambut dengan tari-tarian berjudul sparkling surabaya)

(Peleton PBB sedang unjuk gigi)

(Dipandu oleh Sulaiman, Tim penilai diajak mengunjungi ruang pelayanan I)

(Lenni Ika turut serta dalam memandu kegiatan tour plan)

(Tim Penilai disambut dengan kolone senjata saat memasuki auditorium)

(Efrizal, saat memaparkan presentasi)

(Sulaiman menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tim Penilai)

(Salah satu Tim Penilai, Yurni Satria tampak serius mendengar jawaban dari peserta)

( Suroso (kiri) dan Yulfita Raharjo (kanan) saat melakukan penilaian di auditorium )

(Foto bersama dengan para peserta)